Nama   : Amelia Septiany

NRP    : F24100028

Laskar : 11 (Abdul Muis Nasution)

Setiap malam, saya seringkali merenung. Banyak orang memiliki bakat yang begitu luar biasa. Ada orang yang memiliki otak sangat cerdas sehingga meraih medali emas di ajang olimpiade internasional. Ada orang yang memiliki bakat di bidang olahraga sehingga mereka menjadi juara di pertandingan nasional. Ada pula yang memiliki suara indah, karya sastra yang berkualitas dan masih banyak lagi. Saya bertanya dalam hati, apa sebenarnya potensi saya?

Saya bukanlah anak yang memiliki kemampuan otak yang outstanding. Saya bukanlah anak yang berbakat dalam bidang atletik, renang, dan bidang olahraga lainnya. Suara saya tidak merdu dan saya akui saya tidak mampu membuat syair yang indah. Saya semakin bingung dan sempat berkecil hati karena tidak memiliki bakat yang pasti.

Sewaktu saya masih duduk di bangku SMP, guru bahasa Indonesia meminta saya untuk ikut sebagai peserta dalam lomba berpidato tingkat kota. Saya berkata kepada beliau, bahwa saya merasa tidak ada bakat berpidato. Namun guru saya memercayakan keyakinannya pada saya bahwa saya sebenarnya mampu berpidato dengan baik. Selama dua minggu saya melatih diri untuk berpidato di depan banyak orang. Alhamdulillah, saat itu saya meraih juara kedua dalam ajang lomba tersebut. Hingga saat saya duduk di bangku SMA, saya masih konsisten mengikuti lomba pidato.

Kenyataannya, tidak semua orang menyadari bakatnya masing-masing, seperti yang saya alami. Justru orang-orang yang mampu menebak bakat kita. Sehingga, tidak ada salahnya bila saya mendengarkan saran dan kritik mengenai diri saya dari orang lain. Selain itu, bakat tidak mungkin berkembang bila tidak diasah dengan baik. Saya harus banyak melatih diri agar bisa berpidato dengan lebih baik lagi.

Sejak mulai menjalani kuliah di IPB, saya menjadi terdorong untuk mencoba hal-hal yang baru. Mungkin saja hal baru tersebut bisa menjadi potensi saya yang bisa dikembangkan hingga menjadi sesuatu yang menyenangkan dan bermanfaat. Lalu, saya terdorong untuk terus melangkah lebih maju walaupun ada saja keterbatasan yang menghadang. Bagi saya, keterbatasan merupakan suatu tantangan. Saya harus mengalahkan tantangan, bila tidak saya akan tetap terperangkap bersama keterbatasan tersebut. :)

Nama   : Amelia Septiany

NRP    : F24100028

Laskar : 11 (Abdul Muis Nasution)

Beliau sosok yang cerdas. Pemikirannya sangat kritis, lugas, dan jernih. Beliau menginspirasi banyak orang, termasuk saya. Beliau merupakan suatu bukti bahwa kaum wanita mampu mensejajarkan diri terhadap kaum pria, sosok wanita yang mampu mempengaruhi negeri dan berkontribusi bagi masyarakat. Beliau adalah Sri Mulyani Indrawati.

Saya menyukai sosok Sri Mulyani. Prestasi-prestasinya begitu gemilang. Hal tersebut tidak lepas dari kerja keras beliau dalam menuntut ilmu dan aktif berbicara dalam forum-forum diskusi ekonomi. Beliau adalah perempuan pertama yang pernah menduduki tiga jabatan menteri yang berbeda, yaitu Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Menteri Keuangan dan Menko Perekonomian Kabinet Indonesia Bersatu.

Beberapa bulan silam saya sering mendengar berita bahwa Ibu Sri Mulyani terus ditekan banyak pihak terkait kasus Bank Century, hingga kemudian beliau mengundurkan diri dari jabatannya selaku Menteri Keuangan Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II. Menurut saya keputusan beliau bijak, karena dengan pengundurdirian tersebut tidak akan lagi mengganggu kinerja Kementrian Keuangan. Saya lebih bangga bahwa Indonesia memiliki putri bangsa seperti Ibu Sri Mulyani yang kini menjabat sebagai Managing Director World Bank.

Saya sempat memiliki keinginan untuk menjadi ekonom seperti Ibu Sri Mulyani. Namun, saya akui bahwa saya tidak terlalu paham dengan ilmu ekonomi. Orangtua saya pernah berkata bahwa untuk menjadi seseorang yang bermanfaat dan berkontribusi bagi bangsa tidak harus menjadi ekonom seperti beliau. Banyak profesi yang dapat memberi manfaat dan membantu masyarakat banyak. Peneliti (selain ekonom) dapat menciptakan inovasi serta terobosan yang dapat meringankan beban dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ada pula wirausahawan yang dapat memunculkan ide kreatif serta membantu rakyat mendapatkan pekerjaan.

Walaupun disiplin ilmu yang akan saya pelajari berbeda dengan disiplin ilmu Ibu Sri Mulyani, saya ingin ilmu yang didapat nanti bisa menjadi manfaat bagi semua. Kelak saya ingin mengamalkan ilmu saya kepada banyak orang. Saya ingin memberikan sesuatu yang positif bagi negara seperti yang Ibu Sri Mulyani berikan. InsyaAllah, saya bersama teman-teman seperjuangan akan berusaha mewujudkan Negara Indonesia yang memiliki ketahanan pangan. Jadi, saya harus giat menuntut ilmu. Saya harus menghargai waktu yang begitu cepat berlalu. Karena penyesalan pasti akan datang di akhir.

Mahasiswa

Posted by: amelia.septiany10 in Academic No Comments »

Mahasiswa

Mahasiswa

Mahasiswa

Mahasiswa

  1. Mahasiswa
  2. Mahasiswa
  3. Mahasiswa

Klik di sini

cupcake

enaaak

1st Blogging :)

Posted by: amelia.septiany10 in Academic No Comments »

Halo… Posting pertama saya nih di WordPress. Lagi di cyber singkong, ada pelatihan ICT gitu. Sekalian aja buat blog di student.ipb.ac.id.

Oia… Lusa nanti ada UTS PM nih… Doain ya supaya kita seangkatan sukses ngerjainnya, trus dapet nilai yang outstanding. Amin… :)